5 Peninggalan Kerajaan Budha Yang Perlu Diketahui

Peninggalan Kerajaan Budha – Agama Budha adalah agama yang datang dari India. Kedatangan agama ini berbarengan dengan munculnya agama Hindu di Indonesia. Peninggalan kerajaan Budha sudah tersebar luas di seluruh pelosok nusantara. Sidharta Gautama merupakan sosok yang membawa agama Budha dengan kitab bernama Tripitaka. 

Budha lebih banyak tersebar di wilayah Sumatera dan beberapa wilayah lain yang ada di Pulau Jawa. Begitu banyak peninggalan-peninggalan dari kerajaan Budha yang tersebar. berikut beberapa peninggalan sejarahnya.

Peninggalan Kerajaan Budha

1. Candi

Banyak peninggalan sejarah dari kerajaan Budha yang berbentuk candi. Candi-candi tersebut biasanya dijadikan sebagai tempat untuk pemujaan bagi para raja. Di dalam setiap candi terdapat patung Budha untuk media pemujaan. Peninggalan sejarah berupa candi ini biasanya tersusun dari tiga tingkatan. Pertama Kamadatu atau tingkat bagian dasar, kedua Rudapatu atau bagian tengah dan Arupadatu bagian bawah.

Di setiap dinding candi terdapat relief yang melukiskan perbuatan yang dilakukan oleh manusia disertai hukuman yang diterimanya. Lukisan itu menggambarkan Buddha Gautama dari lahir sampai mencapai kesempurnaan (Buddhisme). Salah satu candi peninggalan kerajaan Budha terbesar adalah candi Borobudur. Pada dinding candinya terdapat kisah kehidupan Budha sampai mencapai kesempurnaan. Ada juga beberapa candi lain seperti Candi Kalasan, Candi Pawon, Candi Mendut dan Candi Muara Takus.

2. Arca Budha

Sebuah patung atau disebut arca yang dibentuk serupa dengan makhluk dan dibuat dengan menggunakan batu, kayu, logam dan sebagainya. Arca Budha bisa digunakan untuk sarana pemujaan (beribadah) dan bisa juga dijadikan sebagai hiasan. Biasanya arca Budha untuk ibadah berbentuk gambar atau simbol Budha.

Dengan adanya arca atau patung Budha ini maka umat yang menganut agama Budha akan lebih mudah konsentrasi saat melakukan meditasi maupun upacara keagamaan. Jika diperhatikan arca Budha ini bentuknya hampir serupa hanya saja tetap ada sedikit perbedaannya. Salah satu diantaranya adalah perbedaan posisi tangan atau disebut dengan mudra.

3. Prasasti

Persebaran agama Budha lebih banyak di daerah atau wilayah Sumatera sehingga banyak sekali prasasti yang ada di wilayah Sumatera Selatan sebagai peninggalan kerajaan Budha. Prasasti tersebut adalah warisan dari kerajaan Sriwijaya pada zaman dahulu.

Terdapat prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, dan juga Prasasti Telaga Biru yang menceritakan bagaimana sejarah berdirinya kerajaan Sriwijaya. Ada pula prasasti yang ada di Jambi yaitu Kota Kapur dan Karang Berahi. Berbeda dengan ketiga prasasti sebelumnya, prasasti yang ada di Jambi ini menceritakan bagaimana kekuasaan dari kerajaan Sriwijaya. 

4. Karya Sastra

Peninggalan kerajaan Budha tidak hanya berupa candi, arca dan juga prasasti saja, tapi juga berupa karya sastra. Salah satu karya sastra peninggalan dari agama Budha ini adalah Kitab Sutasoma yang dikarang atau dibuat oleh Mpu Tantular. Kitab ini berisi tentang perjalanan kisah hidup dari Raden Sutasoma. Dimana dalam kitab tersebut mengajarkan untuk rela berkorban serta memiliki rasa belas kasih yang harus dimiliki setiap orang agar mencapai kesempurnaan yang paling tinggi.

Bahkan dalam kitab tersebut ada ungkapan yang sangat dikenal yaitu Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Karya sastra peninggalan agama Budha ini tidak hanya Kita Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular saja. Ada beberapa karya sastra lain seperti Sang Hyang Kamahayanikan yang ditulis Mpu Sendok, Jatakamala yang ditulis Aryasura serta Buddhacarita yang ditulis Aswasaga.

5. Tradisi Agama Budha

Untuk peninggalan kerajaan Budha yang satu ini lebih banyak dipengaruhi budaya China. Salah satu tradisi agama ini adalah berdoa dalam sebuah vihara. Ada juga tradisi mengunjungi makam atau tempat suci para leluhurnya seperti candi. Kegiatan atau tradisi ini juga dikenal dengan sebutan ziarah sambil berdoa juga membawakan sesajen untuk para leluhur. Tradisi dari agama Budha yang lain yaitu Ullambana atau menghormati setiap leluhur atau orang yang sudah meninggal dunia.

Ada juga tradisi Asadha yaitu hari untuk memperingati pembabaran Dharma. Tradisi Mrapen atau penyalaan api yang dilakukan bersama Biksu alias pendeta pria. Api yang dihasilkan dari Mrapen ini berasal dari gas atau minyak bumi yang terbakar. Para Biksu dan masyarakat percaya bahwa api Mrapen membawa keberkahan sehingga harus tetap dilakukan.

Itulah peninggalan kerajaan Budha yang tersebar di wilayah Indonesia. Peninggalan sejarahnya sangat terkenal bahkan tradisinya pun masih dilakukan sampai saat ini oleh umat penganut agama Budha,

Add Comment