Mengenal Gelar Kebangsawanan di Kerajaan-kerajaan Jawa

Ad

Gelar kebangsawanan dalam kerajaan-kerajaan di pulau Jawa memang sangat kompleks dan cukup membingungkan bagi kaum awam untuk bisa memahaminya. Dan tentunya, gelar kebangsawanan ini tidak bisa didapat begitu saja, melainkan harus memiliki keturunan atau darah Raja terdahulu.

Dan perlu diketahui, gelar kebangsawanan sendiri telah mengalami perubahan dari jaman dulu hingga sekarang ini. Di zaman dulu, gelar Raja misalnya, di depan nama raja akan disematkan gelar “Sri Raja” dan diikuti dengan namanya, namun sekarang gelar kebangsawanan telah berubah menjadi kata yang panjang dan bahkan, tak jarang sang pemilik gelar pun tidak paham dengan maksud gelar tersebut.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Salah satu kerajaan atau dalam istilah jawa sering disebut dengan keraton yang masih memiliki sistem pemberian gelar yang bisa dibilang sangat kompleks adalah di keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Surakarta, Solo Jawa Tengah.

gelar-kebangsawanan

Keraton ini lah yang sering sekali memberikan gelar kebangsawanan tidak terbatas hanya pada kerabat saja, namun tokoh politik, pejabat pemerintahan, pengacara, pengusaha, tokoh masyarakat, dan bahkan artis pun banyak yang telah dianugerahi gelar kebangsawanan.

Dengan banyaknya orang dari berbagai golongan profesi yang diberi gelar, inilah sebabnya keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat harus selalu kreatif untuk membuat gelar nama yang berbeda dan cocok dengan individu penerima gelar itu sendiri.

Di Jawa Tengah sendiri terdapat 4 tempat bekas pemerintahan yang berbeda yang terdiri atas 2 kerajaan dan 2 kadipaten. Surakarta atau Solo memiliki pemimpin tertinggi seorang raja yang diberi gelar Susuhunan atau Sunan dan Pakoe Boewono. Selain itu ada kadipaten Mangkoenagoro yang dipimpin oleh Pangeran Adipati yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya.

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Situasi di Jogja juga hampir sama dengan situasi di Surakarta yang sama-sama merupakan pusat pemerintahan kerajaan. Di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat juga memiliki raja  sebagai pimpinan tertinggi dengan gelar Sultan dan Hamengku Buwono.

Di Jogja juga ada kadipaten yang berpusat di Pura Pakualaman sebagai pusat pemerintahan. Kadipaten pura Pakualaman juga dipimpin oleh Pangeran Adipati dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya dan Paku Alam.

Keempat pusat pemerintahan yang terdapat di pulau Jawa ini yaitu Kasultanan Solo dan Kadipaten Mangkoenagoro serta Kasultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ini dinamakan Catursagotra. Catursagotra memiliki arti yaiu empat menjadi satu atau empat yang berasal dari satu, yaitu berasal dari dinasti Mataram Islam sebalum terpecah menjadi 4 pusat pemerintahan.

Perbedaan Pakoe Boewono dan Hamengku Boewono

Pakoe Boewono dan Hamengku Boewono sebenarnya adalah kakak beradik dengan ayah yang sama namun ibu yang berbeda. Ayahnya adalah raja ke 8 dinasti Mataram Islam yaitu Susuhunan Mangku Rat IV yang bertahta di Keraton Kartasurya.

Pada tahun 1755 dibuatlah perjanjian Giyanti yang berisi pembagian wilayah Mataram menjadi dua kubu besar yaitu Surakarta di bawah pimpinan Pakoe Boewono dan Jojakarta di bawah pimpinan Hamengku Boewono.

Kemudian pada tahun 1757 kasultanan Surakarta merelakan sebagian wilayahnya untuk berdiri sendiri menjadi Kadipaten Mangkoenagoro, begitu pula dengan Kasultanan Ngayogyakarta yang terpecah ketika Inggris menjajah Indonesia, sebagian wilayahnya menjadi Kadipaten Pakualaman.

Sejak saat itulah muncul gelar-gelar Kebangsawanan yang banyak sekali dengan tingkatan tertentu seperti gelar Kanjeng Panembahan yang diberikan kepada putra Sultan, Kanjeng Pangeran Adipati yang diberikan kepada kerabat Sultan, Kanjeng Pangeran Harya yang diberikan kepada abdi dalem, Kanjeng Raden Ayuyang diberikan kepada garwa ampeyan dan masih banyak lagi gelar Kebangsawanan lainnya.

Itulah ulasan singkat mengenai Gelar Kebangsawanan di kerajaan-kerajaan Jawa yang bisa Anda pelajari sejarahnya. Semoga informasi ini bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi Anda.

Add Comment