Inilah 8 Hal Yang Membatal Kan Puasa

Hal Yang Membatal Kan Puasa – Ketika melaksanakan ibadah puasa, seorang muslim perlu memperhatikan beberapa hal supaya puasa yang dijalankan bisa sah dan tidak batal. Tidak jarang beberapa orang melakukan hal sepele padahal itu bisa membatalkan puasa. Berikut ini akan dijelaskan apa saja yang membatal kan puasa sehingga sebaiknya jangan sampai dilakukan.

1. Memasukkan Sesuatu Ke Lubang Tubuh Dengan Sengaja

Hal yang membatal kan puasa pertama adalah memasukkan suatu benda ke dalam satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam. Istilah dalam fiqih hal ini disebut dengan “jauf” Apa saja lubang yang dimaksud? Yaitu termasuk mulut, telinga, dan hidung.

Namun kasus tersebut jika orang yang sedang berpuasa dengan sengaja melakukannya. Lain halnya jika ada benda yang masuk ke dalam lubang namun tidak disengaja. Bisa jadi karena lupa atau memang belum mengetahui hukumnya, maka orang yang puasa tetap boleh melanjutkan puasanya. Tentu hingga matahari terbenam.

2. Pengobatan Dengan Memasukkan Obat Dalam Lubang Tubuh

Hal Yang Membatal Kan Puasa
Doctor’s hands holding two pills and a glass of water

Ada lagi yang membatal kan puasa adalah melakukan pengobatan dengan cara memasukkan obat melalui lubang tubuh. Lubang tubuh yang dimaksud adalah qubul dan dubur. Pengobatan seperti ini memang banyak dilakukan. Misalnya untuk pengobatan penderita ambeien. Termasuk juga pemasangan kateter urin, itu juga bisa membatalkan puasa.

3. Muntah Namun Dilakukan Dengan Sengaja

Jika seseorang yang sedang berniat puasa, namun dengan sengaja muntah maka dipastikan puasa yang dijalankannya batal. Namun beda cerita jika seorang ketika berpuasa, lalu muntah tiba-tiba. Maka puasa orang tersebut tetap sah.

Asalkan tidak ada sedikit pun dari muntahan tersebut tertelan kembali. Jika seumpama muntahan dengan sengaja ditelan kembali, maka puasa tetap batal hukumnya.

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Pasangan suami istri yang sedang berpuasa namun melakukan hubungan intim juga dapat membatalkan puasa bagi keduanya. Bahkan tidak hanya puasanya yang batal. Namun bisa dikenakan denda atau istilahnya “kafarat” atas perbuatannya tersebut. Denda yang dimaksud adalah keduanya diharuskan berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.

Jika seandainya tidak mampu, wajib memberi makanan pokok. Nilainya sebesar satu mud atau setara dengan 0,6 kilogram beras (3/4 liter). Semua itu diberikan pada fakir miskin. Denda atau “kafarat” tersebut menjadi ganti atas dosa yang telah dilakukan (hubungan suami istri saat puasa).

5. Keluar Air Mani Termasuk Hal Yang Membatal Kan Puasa

Hal yang membatal kan puasa berikutnya adalah keluarnya air mani yang penyebabnya dikarenakan bersentuhan kulit. Misalnya saja air mani yang keluar akibat onani. Bisa juga karena bersentuhan dengan lawan jenis meskipun tanpa adanya hubungan seksual sekalipun.

Namun beda cerita jika air mani keluar karena mimpi basah di siang hari. Jika dalam kondisi tersebut, orang yang berpuasa tetap bisa menjalankan puasanya hingga matahari terbenam.

6. Haid Dan Nifas

Haid maupun nifas yang dialami wanita juga dapat membatalkan puasa. Para wanita yang sedang haid dan nifas saat puasa ramadhan, juga berkewajiban untuk mengganti (mengqodo) puasanya di lain hari. Ada perbedaan konsekuensi saat wanita haid yaitu soal puasa maupun sholat dalam hal kewajiban mengqodo.

Saat wanita yang sedang haid dan nifas, mereka tidak perlu mengqodo sholat di lain hari. Yang perlu diganti hanya saat puasa saja, terutama saat puasa Ramadhan.

7. Murtad Saat Puasa

Seperti telah diketahui, murtad adalah keluarnya seseorang dari agama islam. Contohnya seperti jika ada seorang muslim sedang berpuasa. Namun dengan tiba-tiba mengingkari jika Allah SWT adalah Maha Esa. Bisa juga tiba-tiba tidak mengakui hukum syariat Islam. Memutuskan untuk berpindah agama lain juga termasuk orang yang murtad.

Hukuman dari orang-orang tersebut, tidak hanya puasanya saja yang batal. Namun mereka juga perlu mengucapkan lagi kalimat Syahadat. Selain itu mereka juga berkewajiban untuk mengganti (mengqodo) puasanya di lain hari.

8. Dalam Kondisi Gila Atau Junun

Hal terakhir yang membatalkan puasa adalah gila atau istilahnya “Junun” ketika menjalankan ibadah puasa. Jadi jika ada seorang muslim yang berniat menjalankan puasa namun ternyata dalam kondisi gila, maka otomatis batal puasanya. Hal tersebut karena orang yang berpuasa tersebut dianggap dalam kondisi hilang akal atau sedang tidak sadar. Hal-Hal Yang Membatal Kan Puasa.

Itu tadi beberapa hal yang membatal kan puasa. Jika seorang muslim yang berniat menjalankan ibadah puasa, namun melakukan salah satu hal yang disebut di atas, artinya batal lah puasanya. Maka setidaknya jika ingin puasa yang dijalankan sah, sebaiknya tidak melakukan hal-hal tersebut.

Add Comment