Kerajaan Pertama di Nusantara Bukan Kutai, Tapi Kerajaan Ini!

Kerajaan Pertama di Nusantara – Muncul perdebatan baru tentang kerajaan pertama di Nusantara yang kemudian muncul secercah titik terang dari perdebatan tersebut. Berbagai sumber terpercaya dikumpulkan menjadi satu dan disaring mana yang paling masuk akal sesuai dengan perkembangan sejarah di Indonesia. Masing-masing benang merah dihubungkan satu sama lain dan mendapatkan hasil yang tidak disangka.

Kerajaan Pertama di Nusantara

Kontroversi Awal

Berawal dari ilmuan dari Yunani yang bernama Iaudius Ptolemaeus yang pernah menyebutkan sebuah tempat bernama Argyre. Menurut ilmuan tersebut, Argyre berada di belahan timur dunia dan berada di bagian barat pulau yang bernama Iabodio. Penyebutan nama ini kemudian dikaitkan dengan istilah Jawa atau Yawadwipa.

Jika menyesuaikan dari bahasa Yunani, Argyre memiliki makna “perak”. Iaudius sendiri pernah menerbitkan Geographia yang berisi tentang kerajaan bernama Salakanagara yang berada di bagian Barat Jawa. Dari sini kemudian dikatikan lagi dengan bahasa Sunda, dimana Salaka memiliki arti “perak” juga. Muncullah pemikiran bahwa Argyre adalah Kerajaan Salakanagara.

Menilik Riwayat Sejarah Kerajaan Salakanagara

Belum ada riwayat pasti tentang Kerajaan Salakanagara ini dan tidak mengherankan jika para penilik dan pakar sejarah masih memperdebatkannya. Salah satu yang mendasari perdebatan tersebut adalah melihat dari waktu berdirinya Salakanagara yang dipercaya sudah ada sejak abad ke-2. Kemunculannya yang lebih awal dibandingkan Kutai ini memang memperkuat fakta.

Akan tetapi hal tersebut kemudian menjadi tidak kuat lagi setelah minimnya bukti fisik yang belum ditemukan. Ini berbanding terbalik dengan Kutai yang sudah jelas bukti fisik sejarahnya karena ditemukannya beberapa prasasti kuno.

Meskipun demikian, ada argumen tambahan yang menguatkan bahwa Kerajaan Salakanagara menjadi kerajaan pertama di Nusantara. Ada argumen dimana Kerajaan Salakanagara menjalin hubungan dagang dengan Cina ketika masa pemerintahan Dinasti Han. Dalam catatan tersebut juga dimuat bahwa kerajaan ini pernah mengirimkan utusannya ke Cina.

Ada riwayat sejarah Kerajaan Salakanagara yang cukup menarik dimana dahulunya Dewawarman merupakan seorang pedagang dari India. Dewawarman kemudian tiba di Pulau Jawa bagian Barat dan memutuskan menikah dengan putri dari tokoh masyarakat sekitar. Kisah inilah yang kemudian menjadi salah satu versi dimana Kerajaan Salakanagara bermula.

Melacak Lokasi Ibukota Kerajaan Salakanagara

Belum dapat dipastikan dimana pusat Salakanagara berada karena belum ada bukti nyata. Namun setidaknya ada sedikit pencerahan terkait ibukota kerajaan satu ini, kandidatnya adalah Condet (Jakarta, Gunung Salak (Bogor) atau Pandeglang (Banten). Pelacakan tersebut semata-mata bukan asal-asalan saja, melainkan berdasarkan beberapa bukti penting.

Dimulai dari Pandeglang, Banten yang didasarkan pada naskah Wangsakerta. Dalam naskah tersebut disebutkan bahwa pusat dari Kerajaan Salakanagara memiliki nama Rajatapura yang dipercayai sebagai kota paling tua di Jawa. Kota Rajatapura dahulunya pernah menjadi pusat pemerintahan Raja Dewawarman I hingga VIII.

Namun ternyata Pandeglang tidak memiliki pelabuhan besar untuk proses perdagangan. Ini sangat bertolak belakang dengan simbol kejayaan Salakanagara yang memiliki kekayaan dalam sektor ekonominya karena ada hubungan baik dengan Cina. Dari situlah kemudian muncul prediksi lain terkait ibu kota kerajaan satu ini.

Ciondet menjadi prediksi kedua ibukota dari Salakanagara. Lokasi ini memiliki pelabuhan yang cukup besar dan di masa lalu menjadi pusat perdagangan paling ramai. Berbeda lagi dengan versi ketika dimana Salakanagara berada di Lereng Gunung Salak. Masyarakat sekitar pernah ada yang melihat bahwa kaki gunung ini memiliki warna keperak-perakan.

Dari situlah kemudian dihubungkan dengan arti Salakanagara yang memiliki makna “perak”. Masyarakat wilayah lereng Gunung Salak juga mempercayai bahwa kerajaan Sunda setelahnya memiliki hubungan yang kuat dengan Salakanagara sebagai pelopor pertamanya.

Akhir Dari Kontroversi

Adapun titik terang dari perdebatan terkait kerajaan pertama di Nusantara adalah setidaknya rekam jejak kerajaan Salakanagara sudah dapat diungkap. Memang masih ada banyak pihak yang belum yakin bahwa Salakanagara menjadi kerajaan tertua di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan jika di masa mendatang, Salakanagara ditetapkan sebagai kerajaan pertama.

Salakanagara yang diperdebatkan menjadi kerajaan pertama di Nusantara ini nyatanya runtuh ketika pertengahan abad ke-4 M. Runtuhnya kerajaan ini tidak lain karena kuatnya kerajaan Tarumanegara yang kemudian menguasai Salakanagara.

Add Comment