Mau Bisnis Sembako? Berikut Keuntungan yang Bisa Didapatkan!

Akibat pandemi COVID-19, banyak orang yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya untuk memulai langkah sebagai pebisnis. Peluang bisnis sembako bisa jadi pilihan yang tepat dan dapatkan keuntungannya.

Dengan membuka bisnis sembako, Anda bisa menjual apa saja yang biasanya dibutuhkan oleh setiap orang. Membuka toko sembako ini juga lebih sederhana dan menguntungkan dibanding mengelola rumah makan. Membuka bisnis sembako untuk pemula juga tidak memerlukan modal yang besar.

Rekomendasi Bisnis Sembako yang Bisa Dilakukan Saat Ini

1. Beras

Beras memang sudah jadi kebutuhan pokok yang wajib untuk orang Indonesia. Tentu, tidak lengkap rasanya jika sedang bisnis jualan sembako jika tidak menjual beras. Jika Anda memang bertujuan untuk membuka toko jualan sembako, di awal Anda bisa mulai dengan menjual 20 karung beras.

Pada umumnya, satu karung beras beratnya 20 kg hingga 50 kg. Semisal harga satu karung beras yang beratnya 20 kg adalah sekitar Rp200.000, harga Rp8.000 menjadi asumsi harga per kilogram-nya. Anda perlu modal sebesar 4.000.000 untuk menyetok 20 karung beras tersebut.

Jika Anda menjual beras langsung ke konsumen, keuntungan per kilogramnya adalah sekitar Rp500 hingga Rp1.000. Meski keuntungan dirasa kecil, Anda harus mengejar target kuantitas penjualannya. Jika targetnya berubah menjadi satu desa, maka keuntungannya jadi lebih besar, yakni bisa mencapai Rp600.000 per hari.

Meski bisnis beras eceran dirasa meragukan untuk mencapai keuntungan yang besar, Anda bisa coba cara lain dengan usaha grosir beras. Anda juga bisa jadi agen kepada pedagang beras di daerah Anda. Keuntungan modal bisnis ini bisa meningkat dua kali lipat. Bahkan bisa balik modal dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.

Pastikan Anda memilih kualitas beras yang berkualitas berasal dari petani padi yang tepat, bahkan beberapa petani padi langsung menjual hasil panen berupa beras siap dipasarkan. Nah itu lebih menjamin kualitas beras dan sekaligus harganya juga lebih terjangkau.

2. Mie Instan

Peluang bisnis mi instan cukup bagus karena punya banyak penggemar di berbagai kalangan. Mi instan juga menjadi produk sembako yang dibutuhkan setiap orang untuk makan setiap harinya. Bahkan tidak jarang di pedesaan, mi instan menjadi produk yang paling populer dan laris manis.

Anggaran yang bisa diberlakukan untuk bisnis mi instan adalah sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Tidak perlu khawatir untuk membeli mi instan dengan jumlah yang banyak. Anda bisa membelinya dengan berbagai merek dan rasa yang berbeda.

Harga satu dus mi instan biasanya sekitar Rp99.500. Anda bisa membeli lima hingga sepuluh dus. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp497.500 per lima dus. Dalam satu dus berisi 40 bungkus mi instan. Anda bisa menjual eceran per bungkusnya sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000. Anda bisa dapat untung Rp24.000 per dus mi instan.

3. Telur Ayam

Telur ayam juga menjadi bahan pokok yang selalu ada di setiap rumah tangga. Menjadi peluang yang bagus untuk berbisnis, karena telur ayam tidak hanyak dimasak sebagai lauk, tapi juga untuk membuat kue.

Ada tiga level dalam berbisnis telur ayam. Mulai dari menjadi peternak, menjual secara grosir dan ecer, serta hanya menjual telur ayam secara ecer saja. Harga telur dari peternak biasanya Rp315.000/peti. Harga per kg-nya bisa mencapai Rp21.000. Jika Anda menjual secara grosir pada pedagang, hanya akan mendapat untung Rp5.000/peti.

Jika Anda bisa menghabiskan 20 peti dalam sehari dengan harga grosir, maka akan mendapat untung sebesar Rp3.000.0000 per bulan. Jika Anda menjual ecer dengan ikut harga pasar, yakni Rp23.000/kg, maka akan dapat untung Rp2.000/kg atau Rp30.000/peti.

Apabila Anda bisa menjual dengan harga ecer sebesar 15kg/hari, maka keuntungan yang akan didapatkan adalah sebesar Rp900.000/bulan. Rincian modal usaha telur ayam yang dibutuhkan adalah sebesar Rp21.000.000 karena minimal pembelian adalah 1 ton. Estimasi keuntungannya adalah Rp330.000/ton (jika dijual grosir).

Jika anda ingin memiliki keuntungan hingga Rp4.000.000/bulan, maka anda harus bisa menjual 12 ton telur ayam dalam waktu sebulan atau 3 ton dalam 1 minggu.

4. Minyak Goreng

Untuk memasak lauk di rumah, tentu yang dibutuhkan adalah minyak goreng. Dapat dipastikan ketika menjual minyak goreng akan menguntungkan dan laris pembeli dengan modal yang kecil.

Ada banyak variasi minyak goreng dalam kemasan, mulai dari dikemas sendiri, botolan, plastik, gelasan, atau kemasan pabrik. Anda bisa anggarkan Rp1.000.000 untuk belanja minyak goreng dan kemudian kemaslah menjadi ukuran kecil untuk dijual secara ecer.

Harga per liternya bisa dijual seharga Rp13.000. Anda kemungkinan bisa mencapai keuntungan Rp1.000 hingga Rp2.000 per kemasan.

5. Gula Pasir

Bisnis sembako lain yang bisa dilakukan adalah gula pasir. Anda bisa anggarkan modal sebesar Rp600.000. Anda bisa memilih untuk menjualnya dalam ukuran grosir langsung sebanyak 100kg. Bisa juga dengan mengemas sendiri dan dijual ecer dengan berat ¼ kg, ½ kg higga 1 kg.

Jika dalam satu hari Anda bisa menjual gula pasir sebanyak 500 kg dengan keuntungan Rp1000, maka dalam sehari Anda sudah mengantongi keuntungan sebesar Rp500.000. Bahkan jika dihitung dalam sebulan, akan mendapatkan untung hingga Rp15.000.000.

6. Gas LPG

Untuk memasak makanan, maka akan memerlukan gas elpiji minimal sebesar 3 kg. Bisnis sembako gas elpiji juga dirasa laris manis saat ini. Modal yang dibutuhkan juga kecil.

Harga gas elpiji 3 kg saat ini biasanya sebesar Rp20.000 hingga Rp25.000. Kamu bisa mendapatkan gas elpiji dengan menjadi agen. Karena disubsidi pemerintah, biasanya harga satuan gas elpiji sehara Rp19.000.

Tips Bisnis Sembako Agar Mendapat Keuntungan

Buatlah rencana usaha

Agar usaha Anda tidak sia-sia, Anda bisa membuat rencana usaha yang baik. Tentukanlah modal awal terlebih dahulu. Anda akan lebih mendapat untung jika membuka usaha sembako rumahan karene tidak perlu menyewa tempat. Tentu, jika lokasi rumah Anda strategis itu adalah nilai plus.

  • Perhitungkanlah Modal

Perhitungan bisnis sembako bergantung pada bagaimana perhitungan modalnya. Usaha sembako dapat dijalankan dengan modal kecil maupun besar. Selain stok barang, perhitungkan pula biaya operasional, membayar karyawan, dan perlengkapan lainnya.

Jangan langsung berharap balik modal, tapi usahakanlah untuk memperhitungkan dengan tepat.

  • Lakukanlah Riset Pasar

Untuk mengetahui seberapa besar peluang bisnis sembako yang Anda jalani, Anda bisa melakukan riset pasar. Perhatikan juga siapa saja kompetitornya untuk melihat tingkat persaingan. Semakin sedikit pesaing, maka kemungkinan bisnis Anda akan semakin laris.

  • Gunakan strategi penjualan

Untuk membuat bisnis semakin laris, terapkanlah trik jualan. Untuk mendapatkan pelanggan tetap, Anda bisa menerapkan harga langganan. Tidak masalah jika diawal Anda akan mendapatkan keuntungan yang kecil. Nantinya, pembeli akan datang terus-menerus dan keuntungan yang datang akan lebih besar dan lebih stabil.

  • Manfaatkanlah peluang bisnis online

Di era serba digital ini, semua akan serba online. Bisnis sembako online bisa jadi peluang yang bagus untuk menarik pelanggan. Apalagi di masa pandemi, banyak orang lebih memilih untuk belanja secara online.

Tak perlu modal yang besar untuk melakukan bisnis ini secara online, karena Anda hanya perlu mendaftarakan toko ke aplikasi marketplace. Pelanggan yang tertarik akan langsung mampir untuk belanja ke tokomu.

Tinggalkan Balasan