Niat Sholat Tarawih & Witir Ramadhan Beserta Artinya

Niat Sholat Tarawih – Sholat tarawih adalah Sholat sunah saat bulan Ramadan yang sudah dikerjakan sejak zaman Nabi Muhammad saw. Tarawih beserta witir dapat dikerjakan berjamaah di masjid atau di rumah, dapat pula dilakukan sendiri. Bacaan niat Sholat tarawih dan witir dibedakan berdasarkan posisi sebagai imam, makmum, atau sendiri.

Diriwayatkan, Nabi Muhammad saw. mengerjakan Sholat tarawih di masjid dan di rumah. Dituturkan Aisyah, istri Rasulullah, bahwa beliau Sholat (tarawih) di masjid pada suatu malam. Orang-orang bermakmum kepada beliau. Malam berikutnya, Rasulullah kembali Sholat tarawih dan jamaahnya semakin banyak.

Pada malam ketiga atau keempat, jamaah telah berkumpul, tetapi Nabi tidak keluar rumah. Ketika pagi Rasulullah berkata, “Aku melihat apa yang kalian perbuat. Aku pun tidak ada uzur yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, tetapi aku khawatir ia (Sholat tarawih) diwajibkan,”(H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Malik, dan Ahmad).

Niat Sholat Tarawih
Niat Sholat Tarawih

Dari riwayat tersebut, terlihat kasih sayang Nabi Muhammad saw. terhadap umat Islam. Beliau tidak mewajibkan muslim untuk mengerjakan Sholat tarawih, tetapi menyifatinya dengan kesunahan.

Dalam kaitannya dengan pandemi virus Corona (COVID-19) di Indonesia, MUI (Majelis Ulama Indonesia) menerbitkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Salah satu isi fatwa tersebut adalah, jika seorang muslim berada di kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi, maka ia boleh meninggalkan Sholat tarawih di masjid atau tempat umum lainnya dan mengerjakan di kediaman.

Bacaan Niat Sholat Tarawih

Dalam pelaksanaan Sholat tarawih, terdapat perbedaan bacaan niat antara sebagai imam atau sebagai makmum.

Niat Sholat Tarawih Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Sholat Witir

Sholat witir merupakan Sholat yang berjumlah ganjil dan sebagai Sholat sunah penutup. Sholat witir sebaiknya dikerjakan sejumlah 3 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat ditambah 1 rakaat) atau 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Niat Sholat Witir Dua Rakaat Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah bagian dari Sholat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Witir Dua Rakaat Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an makmūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah bagian dari Sholat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Witir Satu Rakaat Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Niat Sholat Witir Satu Rakaat Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adā’an makmūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Witir Tiga Rakaat Sebagai Imam


Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta’aala

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Witir Tiga Rakaat Sebagai Makmum


Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Witir Sendiri Satu Rakaat


Ushallii sunnatam minal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.

Artinya, “Aku niat Sholat sunah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Witir Sendiri Dua Rakaat


Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta’aalaa.

Artinya, “Aku niat Sholat sunah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Witir Sendiri Tiga Rakaat Sekaligus

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Aku menyengaja Sholat sunah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Add Comment