Pengacara, Profesi Idaman yang Penuh Tantangan

Ad

Sebagaimana yang kita tahu, profesi yang sering dan banyak di kenal oleh masyarakat awam untuk para lulusan dari fakultas hukum, adalah pengacara. Dan tentunya, profesi dalam masyarakat dianggap sebagai profesi berkelas, sehingga tak heran bila banyak orang mengidamkannya.

Nah, terkait profesi pengacara, berikut beberapa hal yang sebaiknya anda ketahui. Penasaran?

Pengacara, Profesi Idaman yang Penuh Tantangan

profesi-pengacara

1. Pengacara adalah Profesi Mulia

 

Profesi pengacara dapat menjadi ladang amal dan ladang berkah bagi Anda yang menjalankannya dengan sepenuh hati dan benar-benar membantu orang-orang yang teraniaya.

Misalnya Anda membantu untuk menyelesaikan kasus orang yang dituduh mencuri perhiasan dan kondisi ekonomi orang tersebut adalah tidak mampu atau miskin, Anda menolongnya dan memberikan bantuan hukum secara gratis. Bukankah hal seperti itu dapat dikatakan perbuatan yang mulia.

Di dalam Undang-undang Advokat pasal 2 ayat 1 sendiri telah mewajibkan profesi advokat untuk memberikan bantuan hukum gratis pada orang miskin.

2. Pengacara merupakan Profesi Terpandang

 

Profesi sebagai pengacara termasuk ke dalam profesi yang berperan dalam proses penegakan hukum. Para penegak hukum di Indonesia sendiri terdiri dari polisi, jaksa, hakim, pengacara, dan sebagainya.

Profesi sebagai penegak hukum akan dipandang sebagai profesi yang terpandang karena aktivitasnya yang selalu memebantu orang lain untuk memperoleh keadilan dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan dan pelanggaran hukum lainnya.

3. Fee Besar terlebih Jika Menangani Job Kelas Kakap

 

Pengacara merupakan profesi yang bisa dibilang mandiri dan gajinya bukan bertarif tetap atau sama setiap kasusnya. Biasanya semakin berat tingkat kasus yang ditangani, maka fee yang akan diperoleh juga semakin tinggi.

Menjadi pengacara tentunya harus bekerja lebih ekstra untuk mencurahkan pikiran dan tenaganya demi bisa memecahkan kasus dengan tingkat kesulitan dan kerumitan yang lebih dari pada kasus-kasus kecil biasa.

Itulah sebabnya menjadi pengacara adalah profesi idaman anak muda sekarang ini mesti risiko yang dihadapi juga sebanding dengan apa yang diperoleh. Selain itu, proses untuk menjadi seorang pengacara juga tidak mudah. Dimulai dari proses belajar di perguruan tinggi yang bisa dibilang berat. Anda harus paham dan diusahakan hafal kitab perundang-undangan.

4. Pengacara Memiliki Ilmu dan Skil yang Beragam

 

Menjadi seorang pengacara berarti Anda telah menjadi orang yang multitalenta. Segala bidang hukum bisa Anda pelajari dan kuasai. Ada berbagai macam hukum yang bisa Anda kuasai seperti hukum dagang, hukum bisnis, hukum waris, dan hukum-hukum lainnya.

Selain itu Anda juga bisa berkarir di peradilan agama, peradilan tata usaha negara, peradilan pidana dan peradilan lainnya. Anda akan mendapat tantangan yang berbeda di tempat bekerja yang berbeda dengan masalah berbeda pula.

Seorang pengacara juga dituntut sebagai seorang pembicara yang hebat. Pintar berdebat dan beradu argumen dengan siapa saja, apa lagi dengan lawan di peradilan. Kata-kata seorang pengacara adalah senjata utamanya, jadi menjadi seorang pengacara harus mampu berbicara yang berbobot dan tidak bisa dibantah.

Selain kemampuan berbicara yang harus dimiliki, seorang pengacara juga harus mampu merangkai kata-kata dalam bentuk tulisan yang baik dan benar serta mudah untuk dipahami pembaca. Seorang pengacara harus bisa membuat legal brief, legal opinion, gugatan dan lain sebagainya dalam bentuk tulisan.

Nah, itulah diatas ulasan mengenai profesi pengacara, sebuah profesi mentereng yang layak dipertimbangkan.  Jadi, bagi Anda yang masih bingung mau jadi apa setelah lulus dari jurusan hukum, tentu saja profesi Pengacara patut untuk dipertimbangkan.

Add Comment