Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Teknologi tepat guna adalah ada sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich “Fritz” Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautiful.

Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan terkait erat dengan kondisi lokal.Secara umum, dapat dikatakan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.

Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif seminimal mungkin dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Baik Schumacher maupun banyak pendukung teknologi tepat guna pada masa modern juga menekankan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang berbasiskan pada manusia penggunanya.

Pada artikel kali ini akan kami bahas tentang Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika berikut ulasannya.

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

1. Avometer

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Avometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik, hambatan dan juga arus listrik.

Avometer mempunyai nama atau sebutan lain, yaitu multimeter karena memang alat ini multifungsi.

Alat ukur yang satu ini merupakan alat yang paling sering digunakan oleh banyak teknisi.

Hal tersebut dikarenakan kepraktisan yang diberikan oleh alat ini, dimana teknisi bisa melakukan tiga pengukuran hanya dengan satu alat saja.

jenis avometer
flickr.com

Nama avometer sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari tiga fungsi dari alat ini sendiri.

Simbol A merupakan Ampere (satuan arus listrik), V merupakan Volt (satuan tegangan listrik) dan O merupakan Ohm (satuan hambatan listrik).

Selanjutnya ada kata “meter” dimana merupakan satuan dari suatu ukuran.

Jenis Avometer atau Multitester dan Cara Kerjanya

Kira-kira apa perbedaan avometer dan multitester? Sebenarnya yang membedakan hanya istilah penyebutannya saja.

perbedaan Avometer Digital dan analog
Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Secara fungsional, avometer atau multitester ini adalah alat pengukur arus dan tegangan listrik.

Jika ditinjau dari prinsip kerjanya, maka jenis avo meter dibagi menjadi dua, yaitu analog dan juga digital.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis dari avometer tersebut.

1. Avometer/Multitester Analog

Avometer analog merupakan avometer yang menggunakan jarum sebagai penunjuk ukuran dari rangkaian listrik yang diukur.

Jenis ini bisa dikatakan sebagai jenis avometer manual dimana anda harus membaca skala yang ditunjuk jarum untuk mengetahui hasil ukur.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan pengukuran avometer analog ini adalah penggunanya sendiri.

Hal ini dikarenakan kemampuan pengguna dalam membaca skala pada layar avometer ini sangat mempengaruhi hasil yang didapat.

Pengukuran menggunakan avometer analog ini sangat terbatas, karena memiliki tingkat maksimum ukuran selebar skala pointer.

Walaupun demikian, alat ukur listrik yang satu ini sangat baik untuk mengukur sinyal yang tidak stabil.

Meski demikian tetap dibutuhkan ketelitian saat mengamati hasil ukuran yang ditunjukkan oleh jarum.

Jika tidak teliti, maka hasil dari pengukuran bisa saja salah atau kurang akurat.

Prinsip kerja dari jenis analog ini terletak pada kumparan yang ditempatkan diantara dua kutub magnet.

Nah, kumparan tersebut memiliki jarum yang berguna sebagai penunjuk hasil yang bergerak saat dialiri listrik.

Listrik tersebut dialiri dari ujung avometer yang berwarna hitam untuk terminal negatif dan merah untuk terminal positif.

Sebaiknya anda jangan sampai salah menghubungkan ujung avometer ini dengan terminal objek. Hal ini supaya objek tersebut dapat diukur.

2. Avometer Digital

Avometer digital merupakan jenis dari avometer yang hasil dari pengukurannya dapat langsung muncul dalam bentuk angka digital.

cara kerja Avometer Digital
Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Oleh sebab itu, tingkat keakuratannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan avometer analog.

Tetapi harga dari jenis avo meter yang satu ini lebih mahal, sehingga banyak yang lebih memilih jenis analog.

Selain memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, avometer jenis ini juga memiliki kelebihan yang lain.

Kelebihan tersebut adalah sudah dilengkapi dengan auto polaritas, sehingga anda tidak perlu khawatir apabila salah dalam menyambungkan terminal.

Walau demikian, kinerja dari avometer digital sangat bergantung pada kondisi baterai.

Sangat disarankan untuk menggunakan avometer digital dalam kondisi baterai penuh untuk performa yang maksimal.

Prinsip Kerja Avometer dan Bagian-bagianya

Prinsip kerjanya adalah avometer ini mengambil daya dari baterai agar bisa digunakan.

Alat ini mempunyai dua buah kawat yang digunakan untuk menghubungkan dengan objek yang akan diukur.

Arus listrik yang mengalir melalui kawat tersebut akan diubah menjadi sebuah informasi digital dan akan muncul pada layar dalam bentuk angka.

Sedangkan bagian-bagian avo meter terdiri dari beberapa komponen berikut ini:

  1. Meter Korektor
  2. Range Selector Switch
  3. Terminal + dan –
  4. Pointer (Jarum Meter)
  5. Mirror (Cermin)
  6. Scale Meter (Skala Meter)
  7. Zero Adjustment (Pengatur Jarum)
  8. Angka Batas Ukur
  9. Kotak Meter

2. Oscilloscope

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Alat ukur Osiloskop / Oscilloscope adalah alat ukur elektronik yang dapat digunakan untuk mengukur frekuensi, periode dan juga melihat bentuk – bentuk gelombang seperti gelombang sinyal audio, sinyal video serta bentuk gelombang Tegangan Listrik pada Arus Bolak Balik, maupun Tegangan Listrik pada Arus Searah yang berasal dari catu daya atau baterai.

Dengan sedikit melakukan pengaturan pada oscilloscope kita juga dapat mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan juga sinyal keluaran.  Saat ini banyak sekali produk osiloskop yang diproduksi oleh beraneka brand atau merk, tentunya Harga Osiloskop itu sendiri sangat bervariasi, tergantung dari merk, tipe serta kualitas  yang dimiliki oleh produk tersebut. 

3. Solder Listrik

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Solder atau patri merupakan alat bantu dalam merakit atau membongkar rangkaian elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan PCB.

Solder mengubah energi listrik menjadi energi panas. Solder banyak jenis dan beragam bentuknya, umumnya berbentuk seperti pistol, dan lurus dengan mata solder di ujung yang berbentuk lancip, dan dilengkapi tombol pengatur suhu ukuran tinggi rendahnya panas yang dihasilkan untuk membuat kawat timah mencair agar dapat melepaskan atau menyatukan kaki-kaki komponen pada papan PCB. Suhu panasnya yang terlalu berlebihan dapat merusak komponen atau menyebabkan komponen lain ikut terlepas.

Solder pula digunakan untuk upaya alternatif jumper dengan menghubungkan kabel kecil pada hubungan yang putus pada papan PCB agar yang retak atau terputus agar dapat tersambung kembali.

4. Solder Uap

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Solder uap merupakan perangkat khusus untuk mengangkat komponen kecil seperti SMD dan BGA ini dibutuhkan solder uap bertemperatur tinggi. Solder uap berguna untuk mengangkat, memasang, mencetak dan mensolder ulang komponen, baik komponen SMD (Surface Mounting Devices), BGA (bola-bola timah) maupun komponen lainnya.

Bagian – bagian solder uap : 

  1. Tombol On / Off berfungsi sebagai pengaturan kerja alat.
  2. Pengatur Panas berfungsi sebagai pengaturan Uap panas yang dikeluarkan oleh Solder Uap.
  3. Pengatur Udara berfungsi sebagai pengaturan angin yang membawa hawa panas dari Solder.
  4. Mata Solder berfungsi sebagai ujung dari penghantar udara panas.

Langkah-langkah Penggunaan Solder Uap

Langkah-langkah Penggunaannya solder uap secara mudah dan benar :

  1. Tahap awal pasangkan kabel Power ke Listrik PLN dan Tekan Tombol power pada posisi ON, untuk menjalankan fungsi solder uap.
  1. Setelah posisi saklar solder uap ON, lakukan pengaturan yang terdapat pada solder uap.
  2. Pengaturan pertama merupakan Heating (panas/suhu), sedangkan yang kedua merupakan pengaturan tekanan udara yang akan dikeluarkan.
  3. Putarlah pengaturan panas pada suhu yang dibutuhkan sesuai keperluan dan suhu maksimal Komponen.
  1. Pengaturan kedua, putar knop tekanan udara sesuai kebutuhan.
  2. Penggunaan blower sangat tergantung kepada jenis perangkat yang akan disolder, karena akan sangat berhubungan dengan setingan panas dan tekanan udara blower.
  1. Persiapkanlah sebuah pinset untuk memegang/menarik komponen yang akan kita buka.
  2. Oleskanlah cairan anti panas Flux/pasta pada rangkaian atau komponen yang akan di blower.
  3. Gunakanlah blower untuk melelehkan timah-timah yang menempel pada kaki IC dan papan rangkaian. Arahkan mata blower ke kaki-kaki tersebut.
  4. Untuk pelepasan komponen, Semprotkan udara blower hinga Timah benar-benar meleleh, jangan tarik komponen dengan pinset terlalu kuat, karena akan mengakibatkan rusaknya jalur timah pada papan rangkaian.
  5. Setelah timah benar-benar meleleh, goyang badan IC tersebut dengan pinset, kemudian angkat dengan pinset.

5. Spectrum Analyzer

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Elektronika

Spectrum Analyzer ini menurut Dosen Teknik Telekomunikasi IT Telkom Purwokerto Fauza Khair, S.T., M.Eng. menjelaskan bahwa Spectrum Analyzer adalah salah satu bagian instrument yang digunakan untuk mengukur sinyal listrik di kawasan frekuensi. Biasanya pengukuran suatu sinyal listrik dilaksanakan pada kawasan waktu (time domain).

Perangkat yang digunakan untuk melakukan pengukuran di kawasan waktu adalah osiloskop. Sinyal yang diamati diatur amplitudonya (Volt/div) dan rentang waktunya (time/div) untuk kemudian dilakukan pengukuran. Sinyal listrik selain dipandang dari kawasan waktu, juga dapat diamati dari kawasan frekuensi,

Alat ini berfungsi sebagai sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui jumlah distribusi energi dari suatu spektrum frekuensi yang dihasilkan oleh sinyal listrik. Dengan mengetahui distribusi energi sepanjang spektrum frekuensi, maka akan diperoleh informasi yang lainnya seperti :

  • Lebar bidang frekuensi (bandwidth),
  • Efek berbagai jenis modulasi,
  • Pembangkitan sinyal yang  palsu

Spectrum Analyzer juga sangat bermanfaat dalam perencanaan dan pengujian rangkaian frekuensi radio. Kebutuhan akan penggunaan alat ukur Spectrum Analyzer di Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang jasa telekomunikasi seperti:

  • Operator selular
  • Operator satelit
  • Lembaga penelitian/laboratorium elektronika dan telekomunikasi
  • Balai pengujian perangkat telekomunikasi
  • Lembaga pemerintah yang mempunyai wewenang untuk memonitor penggunaan frekuensi seperti Postel (Pos Telekomunikasi) dan DisHub (Dinas Perhubungan).

Disamping itu harga Spectrum Analyzer masih cukup mahal berkisar antara tiga ratus jutaan sampai dengan satu miliar rupiah, sehingga ini menjadi salah satu masalah bagi perusahaan yang memerlukan banyak alat ukur Spectrum Analyzer. Tujuan dari pembuatan sistem perangkat lunak client server untuk alat ukur Spectrum Analyzer ini adalah untuk meningkatkan daya saing alat ukur, dengan cara memberi nilai tambah pada alat ukur tersebut.

Cara yang digunakan adalah dengan menambah perangkat lunak agar Spectrum Analyzer tersebut bisa digunakan oleh banyak pengguna (operator) pada waktu yang bersamaan sekaligus dapat mengatur parameter yang berbeda-beda, sehingga secara logika sistem perangkat lunak ini dapat menduplikasikan jumlah alat ukur tersebut. 

Spectrum Analyzer memiliki fungsi utama untuk mengukur sinyal transmisi, dalam dunia komunikasi satelit alat ini sering digunakan untuk pointing antena (mengarahkan antena parabola ke satelit yang akan digunakan). Dengan memanfaatkan alat ukur ini, memudahkan seorang teknisi dalam menentukan apakah antena sudah mengarah ke satelit yang benar.

Pada Spectrum Analyzer kita dapat melihat pola signal yang diterima oleh karena itu kita bisa membuat acuan (referensi) untuk setiap satelit yang ada, umumnya orang memanfaatkan beacon signal untuk membedakan satelit satu dengan lainnya. Kesulitan dalam mengarahkan antena ke satelit yang benar dikarenakan letak orbit satelit di angkasa sangat berdekatan, oleh karena itu kita memerlukan Spectrum Analyzer untuk memonitor sinyal yang diterima.

Selain untuk kebutuhan tadi, Spectrum Analyzer juga banyak digunakan untuk melakukan pengetesan performa alat transmisi satelit dan quality & control. Misalnya untuk mengukur Gain Flatness (Kerataan Gain), Product Intermodulasi (Kondisi dimana sebuah ODU mengkonversi 2 signal input), Spourius (Noiseyang dihasilkan pada saat penguatan sinyal).

Untuk melihat beberapa kondisi diatas diperlukan Spectrum Analyzer dan tentunya kemampuan sang operator dalam menggunkannya. Dengan alat yang bernama Spectrum Analyzer ini kita dapat mengetahui parameter-parameter yang berhubungan dengan gelombang frekuensi tinggi diantaranya adalah :

  1. Bentuk gelombang kotak, square wave
  2. Bentuk gelombang bergigi
  3. Bentuk dari tegangan arus searah
  4. Bentuk dari tegangan arus bolak balik

Add Comment