Teknologi Tepat Guna Di Bidang Konstruksi Jembatan

Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Jembatan dibangun untuk penyeberangan pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas halangan.Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dalam aliran perjalanan (traffic flows). Jembatan sering menjadi komponen kritis dari suatu ruas jalan, karena sebagai penentu beban maksimum kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut.

Berikut kami sajikan beberapa Teknologi Tepat Guna Dalam Pembangunan Jembatan dilansir dari berbagai sumber:

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Konstruksi Jembatan

1. Borepile

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Konstruksi Jembatan

Bored Pile merupakan  sejenis pondasi dengan elemen beton bertulang yang dimasukan ke dalam lubang bor. Pondasi ini digunakan untuk memindahkan beban berat pada  bangunan ke tanah atau lapisan batuan yang lebih keras. Konstruksi tersebut dilaksanakan dengan metode pengeboran secara berturut dengan mengguanakan getaran rendah. Selain itu, hal ini juga dapat digunakan untuk pondasi dan pengamanan bangunan serta untuk stabilisasi lereng.

Pondasi jenis ini adalah jenis pondasi dalam dengan desain berbentuk tabung. Fungsinya yaitu untuk meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah yang keras. Pondasi tersebut juga sering disebut sebagai pondasi bor pile. di mana selalu digunakan apabilalevel tanah dipermukaan atas tidak cukup untuk menahan beban bangunan secara keseluruhan dan memerlukan daya dukung tambahan.

Fungsinya hampir sama dengan pondasi dalam lainya layaknya pondasi tiang pancang. Perbedaanya hanya terletak pada cara pengerjaanya. Pengerjaan pondasi yang satu ini dimulai dengan melubangi tanah sebelumnya hingga kedalaman yang diperlukan. Kemudan, lanjut ke tahap pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton untuk pengurugannya.

2. Excavator

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Konstruksi Jembatan

Excavator atau ekskavator adalah alat berat yang yang terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Alat berat yang biasanya didominasi warna kuning tersebut terdiri dari bahu (boom), lengan (arm), keranjang atau alat keruk (bucket), kabin dan tracker. Kabin berada di atas tracker yang hadir dilengkap dengan roda rantai.

Pada umumnya alat berat ekskavator digerakkan dengan tenaga hidrolis mesin diesel dan berjalan di atas kaki roda rantai. Bisa dibilang ekskavator termasuk alat berat yang multifungsi lantaran dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam pekerjaan berat. Karenanya tidak heran bila alat ekskavator tidak hanya digunakan untuk pekerjaan berat di darat tetapi juga di atas air.

 Fungsi Excavator

Di Indonesia alat berat ekskavator banyak fungsi lebih populer disebut beko atau bego. Fungsi utama alat berat ekskavator yakni untuk memudahkan pekerjaan akskavasi atau penggalian. Akan tetapi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya alat berat ekskavator termasuk alat multifungsi. Berikut ini beberapa fungsi atau manfaat penggunaan dari alat berat excavator:

Proyek pengerukan sungai

Pembuatan sloping atau kemiringan

Pembuatan loading atau dumptuck

Pemecahan batu

Pertambangan khususnya pertambangan pit terbuka

Penghancuran bangunan

Pekerjaan kehutanan

Perataan tanah

Penggalian lubang, parit, atau pondasi suatu bangunan

Pemotongan semang

Penanganan material

Pemasangan batang pondasi

dan sebagainya

Itulah beberapa fungsi dari alat berat ekskavator secara keseluruhan. Jadi tidak salah bila dikatakan ekskavator alat berat paling serbaguna dan memiliki banyak fungsi. Tidak hanya itu saja. Ternyata masing-masing bagian dari ekskavator pun memiliki fungsi penting diantaranya yaitu:

Bahu merupakan bagian tuas utama yang digunakan untuk menggerakan lengan ekskavator naik dan turun. Agar bahu bisa bergerak sempurna ada bagian yang namanya boom cylinder.

Lengan berfungsi untuk mengayunkan keranjang atau bucket naik dan turun. Adapun arm cylinder ada untuk menggerakkan lengan ekskavator.

Keranjang berfungsi mengeruk tanah dengan bucket cylinder untuk menggerakkannya.

Kabin merupakan tempat untuk mengendalikan alat berat excavator.

Tracker menjadi roda atau kaki berantai bagi ekskavator agar bisa berpindah tempat.

Adapun ekskavator pertama kali diciptakan seorang ahli mekanik muda asal Amerika, William Smith Otis pada tahun 1835. Saat itu William Smith Otis masih berusia 22 tahun. Ekskavator versi pertama dulu memamg belum secanggih sekarang dimana. Ekskavator pertama masih menggunakan mesin uap dan hanya bisa berjalan di atas rel kereta api. Inilah mengapa ekskavator pertama hanya dimanfaatkan untuk membantu penggalian membangun jalan kereta api saja.

Selaku pencetus William Smith Otis pun mendapatkan hak paten atas karyanya tersebut. Tepatnya ada 7 ekskavator yang diciptakan William Smith Otis yang sekaligus menjadi excavator pertama di dunia.

3. Dump truck

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Konstruksi Jembatan

Fungsi dump truck sangat beragam di antaranya dapat digunakan untuk mengangkut tanah, bebatuan, endapan bijih dari jarak dekat hingga sedang.  Kelebihan menggunakan dump truck adalah kecepatannya dalam mengangkut sehingga dapat meningkatkan proses produksi serta keadaannya yang fleksibel dan dapat dipakai untuk membawa banyak barang-barang.

Dalam jenisnya, dump truck dapat digolongkan menjadi 2 yaitu:

Berdasarkan tenaga penggerak, di antaranya:

  • Front wheel drive.
  • Rear wheel drive.
  • Double Rear wheel drive.

Berdasarkan cara dumping

  • End-dump.
  • Side-dump.
  • Bottom-dump.

4. Mesin Molen (Aduk Beton)

Teknologi Tepat Guna Di Bidang Konstruksi Jembatan

Mesin molen (aduk) beton adalah alat yang digunakan pekerja konstruksi untuk membuat adonan semen. Selain menghasilkan adukan yang lebih rata dan halus, penggunaan mesin ini juga menghemat waktu dan tenaga pekerja. Komponen mesin molen ini tergolong sederhana namun kekuatan yang dimiliki sangat baik.

Meskipun komponen mesin ini tergolong awet dengan bahan besi, namun tetap saja perawatan yang baik juga sangat diperlukan agar mesin lebih awet. Mengenal tiap bagian penyusun mesin inipun menjadi hal yang penting untuk melakukan perawatan yang sesuai. Berikut ini beberapa bagian dari mesin molen beton;

Motor

Motor berada dalam kerangka mesin aduk dan bertugas menggerakkan tabung aduk agar tabung aduk bisa berputar lalu mencampurkan adonan konstruksi.Motor menjadi komponen mesin yang sangat penting dan harus selalu terjaga kondisinya.

Roda Mesin

Dengan adanya roda yang terpasang pada mesin ini, memungkinkan alat untuk dipindahkan di lokasi proyek. Jika roda rusak, maka untuk memindahkan mesin yang cukup berat ini pun cukup menyulitkan.

Rangka

Agar struktur mesin yang sudah dilengkapi dengan roda serta batang penarik tersebut dapat dipindahkan, maka rangka yang menopang bagian-bagian molen pun juga harus selalu terjaga kondisinya.

Batang Penarik

Batang penarik ini berupa besi yang gunanya memudahkan pekerja saat akan memindahkan mesin dari satu lokasi ke lokasi lain.

Kunci Roda Pembalik

Sesuai dengan namanya, kunci ini dapat mengunci roda pembalik tabung aduk supaya dapat dipindahkan. Jika tenaga mesin tidak digunakan untuk menarik, maka batang bisa dimasukkan pada kerangka mesin dan jika hendak digunakan maka batang tersebut bisa dikeluarkan.

Roda Pembalik Tabung

Roda pembalik ini terletak dekat tabung dan berguna untuk merubah posisi tabung aduk. Misalnya saat waktu akan mengisi bahan-bahan adonan semen atau pada saat akan menuang hasil adukan.

Tabung Aduk

Tabung ini berbentuk silinder, bagian bawahnya tertutup sementara bagian atas berbentuk kerucut dan ujungnya terbuka. Di bagian ujung atas ada lubang untuk memasukkan bahan adukan beton dan untuk menuang adukan setelah dicampur. Dalam komponen mesin molen ini, terdapat daun-daun untuk meratakan adukan.

Add Comment