Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19.

Ad

Pandemi COVID-19 , juga dikenal sebagai pandemi coronavirus , adalah pandemi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang sedang berlangsung yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut parah, coronavirus 2 (SARS-CoV-2). 

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan , Tiongkok,  menjadi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada Januari 2020, dan kemudian diakui sebagai pandemi. 

Pada 30 September 2020, lebih dari 33,6  jutaan kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, meskipun jumlah kasus sebenarnya cenderung jauh lebih tinggi.  Indikator yang lebih baik untuk penyebaran kasus adalah lebih dari 1  juta kematian dikaitkan dengan COVID-19.

Penyakit ini paling sering menyebar di antara orang-orang ketika mereka dekat secara fisik.  Penyakit ini menyebar dengan sangat mudah dan berkelanjutan melalui udara, terutama melalui tetesan kecil atau partikel seperti aerosol , yang dihasilkan setelah orang yang terinfeksi bernapas, batuk, bersin, berbicara atau bernyanyi. 

Ini juga dapat ditularkan melalui permukaan yang terkontaminasi, meskipun hal ini belum dibuktikan secara meyakinkan.  Penyakit ini dapat menyebar hingga dua hari sebelum timbulnya gejala dan dari orang yang tidak menunjukkan gejala.  Orang tetap menular selama 7-12 hari dalam kasus sedang dan hingga dua minggu dalam kasus yang parah.

Nah, dalam artikel kali ini akan kami bahas beberapa TTG yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Apa aja yaa?

Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penyebaran Virus Covid-19.

1. Handsanitizer

Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19

Fungsi hand sanitizer menjadi alternatif untuk membersihkan tangan di kala tidak ada air dan sabun. Namun, membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer tidak dapat membunuh semua jenis kuman atau tidak seampuh mencuci tangan dengan air dan sabun.

Cara penggunaan hand sanitizer dengan menuangkan ke seluruh bagian tangan. Lalu gosokan pada seputaran tangan termasuk sela-sela jari selama 20 detik. Setelah hand sanitizer diusap pada tangan, biarkan mengering sendiri.

Berikut fungsi hand sanitizer. Apa saja?

1. Bisa Mensterilkan Telapak Tangan dari Kuman.

Fungsi hand sanitizer yang pertama adalah, hand sanitizer bisa membersihkan telapak tangan dari kuman yang menempel pada telapak tangan. Ini menjadi penting karena bisa dilakukan terutama setelah memegang benda-benda di keramaian.

2. Meredakan Rasa Gatal Karena Gigitan Nyamuk

Bukan hanya bisa menjaga kebersihan tangan, hand sanitizer juga mampu meredakan rasa gatal pada tubuh akibat gigitan nyamuk. Alkohol yang terkandung di dalamnya memiliki sifat antiseptik sehingga mampu mencegah infeksi. Rasa dingin dari hand sanitizer juga bisa membuat kulit terasa nyaman.

3. Mensterilkan Luka Kecil

Fungsi hand sanitizer yang ketiga adalah, dengan mengandung 60 persen alkohol yang bisa membantu untuk mensterilkan luka kecil. Karena ia bekerja sebagai disinfektan. Cukup tuangkan sedikit ke kapas kemudian tutupkan pada luka selama beberapa saat.

4. Mengatasi Timbulnya Jerawat

Cairan dari hand sanitizer mampu menghentikan inflamasi yang disebabkan oleh bakteri pada pori-pori. Ketika bakteri tersebut mati, jerawat pun akan segera mengering.

Meski fungsi hand sanitizer bisa membersihkan tangan dari kuman. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan penggunaan hand sanitizer hanya sebagai alternatif jika tidak menemukan air dan sabun.

2. Masker

Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19

Studi terbaru mengarahkan semua orang harus bermasker. Mereka yang sehat perlu gunakan masker untuk mencegah penularan infeksi virus corona baru.

Studi terbaru oleh Komisi Tetap Penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat menyebut virus corona bisa menular melalui percakapan dan pernapasan normal dengan orang yang terpapar. 

Kesimpulan studi yang dipublikasikan di laman Academy of Science Engineering Medicine dan menjawab pertanyaan resmi Gedung Putih itu secara tegas menyebut bahwa virus corona bisa menyebar hanya melalui percakapan dan pernapasan.

Setelah konfirmasi dari para ilmuwan itu, Amerika Serikat bahkan sekarang menganjurkan semua warganya mengenakan masker, pembaruan imbauan yang disampaikan dua hari lalu.

Masker diperlukan bagi setiap orang agar tidak saling menulari virus corona. Ada kesempatan tinggi penularan terjadi ketika orang sakit berinteraksi dengan orang sehat dan orang sehat berinteraksi dengan yang lain juga.

Penggunaan masker diharuskan juga terkait dengan percikan liur atau droplet. Penelitian terbaru menunjukkan batuk dan bersin dapat membuat percikan liur terlontar lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya. 

Dari pengamatan menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan sensor lainnya terlihat bahwa sebaran droplet di udara dari orang batuk atau bersin tak cuma sebatas satu meter sebelum akhirnya jatuh ke permukaan.

Ilmuwan yang memimpin penelitian ini, Prof Lydia Bourouiba dari MIT, mengaku khawatir dengan konsep pengaturan jarak fisik yang disarankan WHO saat ini, yaitu satu meter. 

Pasalnya, menurut dia, partikel yang diembuskan lewat batuk atau bersin adalah gas yang memiliki momentum tinggi yang bisa terbawa melewati jarak jauh, termasuk di dalam ruangan.

Bourouiba menjelaskan dalam situasi tertentu, terutama di dalam ruangan berventilasi buruk, memakai masker memang tepat karena akan mengurangi risiko tertular penyakit yang menyerang saluran pernapasan. 

Ketika menghadapi seseorang yang terinfeksi, misalnya, masker dapat membantu mengalihkan aliran napas mereka dan menjauhkan virus dari mulut kita.

Masker tipis tidak akan melindungi orang dari menghirup partikel terkecil di udara karena memang tidak punya kemampuan menyaring. Tetapi masker berpotensi membantu membelokkan gumpalan gas yang dilontarkan dari orang batuk atau bersin ke samping wajah.

3. Face Shield

Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19

Salah satunya untuk mencegah penularan virus Corona COVID-19. Saat ini banyak orang-orang memilih menggunakan face shield saat berpergian.

Fungsi face shield juga sebagai perlindungan tinggi bagi pemakainya dari paparan jarak dekat terhadap partikel virus yang dipancarkan melalui batuk atau bersin. Selain itu face shield secara signifikan bisa mengurangi paparan inhalasi ke virus influenza, atau penyakit pernapasan lainnya.

1. Penghalang Droplet

Fungsi face shield bisa sebagai penghalang droplet yang dikeluarkan seseorang saat bersin dan bernafas sebagai pelindung yang kuat saat seseorang batuk atau bersin di sekitar kamu.

Droplet merupakan cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan oleh seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, bahkan berbicara. Droplet juga bisa dihasilkan melalui prosedur medis yang bisa menghasilkan aerosol.

2. Kurangi Pajanan Virus Hingga 90 Persen


Meski belum ada penelitian langsung terkait virus Corona COVID-19, studi sebelumnya menunjukkan face shield mengurangi virus yang bisa di inhalasi sebesar 92 persen.

“Ketika penelitian ini dilakukan pada jarak 1 meter, pelindung wajah mengurangi virus yang dihirup sebesar 92 persen,” tulis penelitian dari Iowa University.

3 .Lebih Nyaman Dari Masker

Face shield diklaim lebih nyaman untuk digunakan daripada masker. Model yang dibuat dirancang khusus untuk orang tidak sering menyentuh wajah.

Face shield juga mudah dibersihkan dengan sabun dan air ataupun disinfektan. Selain itu, penggunaan face shield tidak menutup ekspresi wajah karena bahannya yang tembus pandang.

Meski demikian, masker tetap jadi pencegahan virus Corona yang utama. Penggunaan face shield hanya sebagai pelengkap masker, bukan untuk menggantikan karena face shield tidak benar-benar menutup hidung dan mulut

4. Desinfektan Spray

Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19

Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme (misalnya pada bakteri, virus dan jamur kecuali spora bakteri) pada permukaan benda mati, seperti furniture, ruangan, lantai,  dll.

Disinfektan tidak digunakan pada  kulit maupun selaput lendir, karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Hal ini berbeda dengan antiseptik yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada  permukaan kulit dan membran mukosa.

Disinfektan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan benda dengan cara mengusapkan larutan disinfektan pada bagian yang terkontaminasi, misalnya pada  lantai, dinding, permukaan meja, daun pintu, saklar listrik dll.

Penggunaan disinfektan dengan teknik spray atau fogging telah digunakan untuk mengendalikan jumlah antimikroba dan virus di ruangan yang berisiko tinggi.

Pada ruangan yang sulit dijangkau biasanya digunakan sinar UV dengan panjang gelombang tertentu. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisma patogen dari permukaan benda ke manusia.

Terdapat beberapa produk disinfektan yang direkomendasikan untuk disinfeksi, misalnya sodium hipoklorit, amonium kuarterner (sejenis deterjen kationik), alkohol 70 % dan hidrogen peroksida. 

Perhatikan petunjuk penggunaan pada label agar produk dapat digunakan dengan efektif dan aman. Perlu diperhatikan, konsentrasi disinfektan yang digunakan serta waktu kontak antara objek dengan disinfektan (antara 1 hingga 10 menit tergantung dari jenis disinfektan).

Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan sarung tangan dan pastikan ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan pada saat menggunakan disinfektan.

5. Tempat Cuci Tangan

Teknologi Tepat Guna Untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19

Menjaga kebersihan tubuh menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Setelah bersalaman atau menyentuh berbagai benda di sekitar, dianjurkan untuk mencuci tangan.

Melansir theconversation, mencuci tangan telah teruji secara saintifik dapat mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab penyakit. Membersihkan tangan dengan tepat mampu mencegah terjangkit penyakit pernapasan dan pencernaan. Hal itu terjadi karena dengan mencuci tangan, bakteri yang ada di tangan tidak masuk ke saluran pencernaan dan pernafasan.

Adapun cara mencuci tangan yang dianjurkan, yaitu dengan membasahi tangan dengan air bersih. Selanjutnya, tuangkan sabun dan usapkan ke seluruh bagian tangan, termasuk sela-sela jari dan kuku.

Tahapan selanjutnya, yaitu bilas dengan air bersih sampai tidak ada lagi sisa sabun. Jangan lupa keringkan tangan dengan lap kain atau tisu.

Masih banyak dari kita yang enggan mencuci tangan secara rutin. Padahal, banyak penyakit yang bisa timbul karena kebiasaan buruk tersebut. Selain infeksi virus corona, diare dan tuberkulosis turut menjadi ancaman buat orang-orang yang malas mencuci tangan.

Setiap kali cuci tangan, jangan lupa gunakan sabun. Karena, air saja tidak cukup untuk menghilangkan bakteri. Kamu bisa menggunakan berbagai jenis sabun, seperti produk dari Dettol dan Lifebuoy. Selain membersihkan tangan, produk sabun tersebut memiliki berbagai varian aroma sedap.

Nah itulah beberapa teknologi tepat guna untuk mencegah penyebaran Covid-19 semoga bermanfaat.

Add Comment