Cara Mudah Ternak Burung Lovebird untuk Pemula

Ternak Burung Lovebird – Love Bird atau burung cinta merupakan salah satu burung dari spesies Agapornis. Burung ini termasuk dalam burung berukuran kecil. Panjangnya hanya sekitar 12 – 18 cm dengan berat kurang dari 100 gram. Usia dari burung ini cukup lama yakni sekitar 10 sampai 15 tahun.

Love bird memiliki sifat sosial dimana mereka akan duduk secara berdekatan dan hidup berkelompok. Burung ini juga sangat setia dan saling menyayangi terhadap kelompoknya sehingga disebut dengan burung cinta. Burung ini banyak beraal dari daratan Afrika dan beberapa lainnya berasal dari Madagaskar.

Love bird memang menjadi primadona dari jenis burung bengkok yang lain. Warnanya yang cerah dan suaranya yang indah tentu akan memanjakan siapapun yang memeliharanya. Burung ini sebenarnya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan apapun, tapi tetap saja karena asal burung ini adalah daratan Afrika dan Madagaskar, Love Bird lebih menyukai iklim panas dan kering. Untuk anda yang tertarik untuk memelihara Love Bird, atau bahkan melakukan ternak, berikut ini akan disajikan ulasan mengenai cara ternak burung love bird untuk pemula.

Ternak Burung Lovebird

1. Menyiapkan Kandang Love Bird

Sebelum mulai untuk ternak burung, hal yang perlu anda siapkan pertama kali tentunya adalah kandang tempat burung ini tinggal. Karena burung love bird harus di letakkan berpasangan, maka sesuaikan kandang untuk tinggal 2 ekor burung. Dan jika anda akan langsung memelihara lebih dari sepasang love bird, buatlah kandang dengan sekat sekat yang jelas agar lovebird tidak saling mengganggu.

Burung ini akan lebih suka menghias kandangnya sendiri, cukup siapkan serat serat kayu yag tidak halus, ranting dan bebrapa daun kering yang berukuran kecil di sekitar kandang. Jangan lupa untuk membuatkan glodok atau tempat bertelur yang nyaman bagi love bird betina.

2. Memilih Sepasang Lovebird yang Sehat

Hal selanjutnya yang harus anda siapkan setelah kandang tentu saja sepasang burung lovebird. Untuk kriteria lovebird yang baik, pertama lihat dari segi suaranya. Lovebird yang naik akan bersuara bagus dan menarik. Kedua, perhatikan bulunya. Bulu love bird yang baik akan sedikit mengkilap dan lembut. Agar sang jantan dapat mendominasi saat perkawinan, pilihlah jantan yang usianya lebih tua dari betinanya.

Setiap pedagang burung biasanya akan mencatat tanggal kelahiran lovebird. Ketia, perhatikan matanya. Burung cinta yang berkualitas akan memiliki mata yang tega dan bening, burung bermata sayu biasanya memiliki tingkat stress yang cukup tinggi sehingga tidak cocok untuk dikawinkan. Pemilihan sepasang lovebird pertama (indukan) ini sangat penting dan harus berkualitas, karena induk yang bagus akan menghasilkan anakan yang bagus pula.

3. Memasukkan Lovebird dalam Kandang yang Berbeda

Setelah membeli sepasang love bird, jangan langsung memasukkan indukan jantan dan indukan betina dalam satu kandang yang sama tanpa sekat jika anda tidak ingin lovebird bertengkar dan stress. Biarkan mereka menyesuaikan diri dengan lingkungannya selama beberapa minggu. Dan jika love bird sudah menunjukkan gelagat ingin kawin, segera letakkan mereka dalam satu kandang karena jika ditunda burung ini justru akan stress dan tidak mau kawin lagi. Ciri – ciri love bird yang siap kawin diantaranya :

  • Jika betina, ia akan selalu merentangkan sayap indahnya untuk menarik love bird lain. Terkadang ia juga akan mengangkat ekornya setinggi yang ia bisa.
  • Jika jantan, ia akan menggosok gosokkan pantanya pada sangkar atau kandang.
  • Usianya sudah lebih dari 1 tahun.

Diawal tadi sudah dijelaskan bahwa sepasang lovebird tidak boleh dicampur dengan pasagan yang lain. Pisahkan pasangan per pasangan dengan sekat sekat pada kandang.

4. Pakan Agar Lovebird Segera Bertelur

Jika jantan dan betina indukan tersebut terlihat tidak akur satu sama lain saat kawin, pisahkan mereka dan pasangkan dengan indukan yang lain barangkali mereka akan lebi cocok dengan pasangan yang lainnya. Namun jika mereka akur, berikan pakan yang berkualitas dan secara teratur agar betina segera bertelur. Makanan yang bagus saat burung ini sedang kawin adalah milet, biji sawi kecil, buah kenari, jagung muda yang sedkit kering, daun kangkung, kecambah dan biji kuaci (biji bunga matahari).

5. Proses Bertelur dan Mengerami Telur

Mulai dari proses kawin hingga bertelur, anda tidak boleh sering sering melihat lovebird. Cukup panau keadaannya ketika anda memberi pakan. Selain itu, jangan dekati kandang dan pantau dari jauh saja agar betina tidak merasa stress dan terganggu. Tidak semua betina dari burung ini mau mengerami telurnya.

Namun jangan khawatir, karena burung ini merupakan burung sosial yang rasa emosionalnya tinggi, ketika indukan tidak mau mengerami, dekatkan indukan lain yang juga sedang mengerami telur padanya. Suara burung lain yang sedang mengerami telur akan membuat betina ini tergerak untuk mengermi telurnya juga.

Untuk proses bertelur yang pertama, kebanyakan tidak akan menetas dengan berhasil. Ini karena betina sebenarnya belum berpengalaman saat kawin dan mengerami telur. Anda tidak perlu khawatir, karena setelah pembuahan pertama, betina akan lebih berpengalaman dan pada proses bertelur selanjutnya, betina akan menetaskan telurnya engan sukses.

Jika telur telurselanjutnya juga tidak menetas dengan sempurna, anda harus memperhatikan faktor – faktor lain seperti kebersihan kandang, kualitas pakan dan tingkat stress pasangan lovebird.

6. Memisahkan anak dengan Induknya

Waktu yang tepat untuk memisahkan anak dengan indukan lovebird adalah sekitar 14 hari setelah menetas. Karena terkadang, indukan lovebird akan memakan anaknya sendiri. Lovebird jantan juga tidak suka jika proses kawin selanjutnya akan diganggu bahkan oleh anaknya sendiri. Pisahkan anakan dari induk dan masukkan dalam kandang khusus yang dilengkapi dengan lampu 5 watt yang berwarna kuning untuk menghangatkan.

7. Pemberian Pakan Anak Lovebird

Karena dipisahkan dari induknya sejak usia 14 hari, anakan love bird ini tentunya masih belum bisa makan sendiri. Untuk itu, anda harus menyuapinya menggunakan sedotan atau sintikan yang jarunya diganti dengan selang kecil atau karet pentil.

Untuk makanannya, anda bisa memberikan bubur bayi berbagai rasa. Anda juga bisa memberikan pelet burung yang diseduh menggunakan air panas. Durasi pemberian makan adalah 4 jam sekali. Unutk tambahan, anda bisa menambahkan jus buah tanpa gula atau vitamin vitamin lain yang bisa diberikan bagi bayi.

Bagaimana? Sekarang sudah ada gambaran kan mengenai tata cara beternak burung Love bird? Pastinya beternak burung lovebird dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan berbagai keuntungan bagi anda.

Selain memanjakan mata dan telinga dengan kecantikan dan keindahan suaranya, burung lovebord juga banyak diminati dsehingga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Apalagi jika burung yang anda ternak merupakan burug yang siap dilombakan, pastinya harga jualnya tentu akan lebih tinggi.

Ternak Burung Lovebird, Ternak Burung Lovebird, Ternak Burung Lovebird. Ternak Burung Lovebird, Ternak Burung Lovebird, Ternak Burung Lovebird. Ternak Burung Lovebird.

Add Comment